Escape Tour : Outing Di Jakarta Saja


outing jakarta

Employee sudah banyak yang mau outing, tapi manajemen belum berkenan memberikan izin. Dari hasil Survey Jemari ke beberapa responden, terkumpul data bahwa 78 responden menyatakan sudah menginginkan digelarnya employee refreshment program seperti outing, gathering, team building dan sejenisnya. Namun baru 26% responden yang menyatakan bahwa manajemen sudah memperkenankan. Dasar pertimbangan kebijakan manajemen yang belum memperkenankan tersebut dipengaruhi oleh dua latar belakang terbanyak. yang pertama pertimbangan kesehatan dan keamanan bagi pekerjanya dan yang kedua adalah kekhawatiran tentang peraturan level PPKM yang berpotensi berubah-rubah dengan cepat.


Yang belum menjadi prioritas pertimbangan adalah mendesaknya kebutuhan program refreshment bagi para pekerja. Situasi pandemi dan pola kerja yang telah berlangsung hingga akhir tahun kedua pandemi ini ternyata memberikan dampak yang cukup signifikan bagi kesehatan mental pekerja. Tentunya ini butuh pengambilan keputusan yang bijak demi menjaga kinerja dan produktifitas

outing jakarta

Mendesaknya kebutuhan employee refreshment program ini selaras dengan data yang dikumpulkan oleh Asosiasi Experiential Learning Indonesia yang memperlihatkan semenjak level PPKM diperlonggar ke level 3-2, sudah mulai ada perusahaan/lembaga pemerintah yang segera menggelar program employee refreshment untuk menjawab kebutuhan yang tertunda hampir dua tahun ini.


"Dibeberapa daerah, anggota AELI sudah kembali melayani kegiatan tatap muka dan setiap hari permintaan untuk kegiatan serupa bergulir terus", ungkap Bang Jaung, Ketua Umum AELI yang juga sebagai Managing Director Jemari Organizer

Escape Tour mulai menjadi tren yang dipilih pengelola SDM dalam perusahaan/instansi pemerintah untuk mengakomodasi kebutuhan employee refreshment yang sudah dirasa mendesak ini. Berbagai kekhawatiran atas implikasi penyelenggaraan kegiatan tatap muka mampu terpecahkan dengan model escape tour ini.


Seperti apa itu escape tour ? Ada 3 kerangka yang 'dianut' oleh program employee refreshment yang menggunakan model escape tour ini yaitu pembagian batch kegiatan dalam beberapa rombongan kecil, durasi kegiatan yang relatif lebih singkat dan destinasi yang dekat-dekat saja.


Kemudian bagaimana pengimplementasian konsep escape tour ini bagi yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya ? apakah ada destinasi yang cocok ? apakah tetap akan seru seperti biasanya ? Apakah refreshment yang didapat akan maksimal ? Ini tentu saja bisa dijawab bila penyedia layanannya memiliki programmer berkompetensi dan berpengalaman dalam merancang konsep yang impactful. Berapapun jumlah pesertanya, dimanapun lokasinya program bisa dirancang sesuai harapan. jadi outing di jakarta pun tetap bisa seru dan eksperiensial

Jemari sendiri sudah mempersiapkan beberapa hal untuk membuat outing di jakarta tetap memiliki bobot. Pengimplementasian konsep escape tour dalam kegiatan outing di Jakarta akan tetap menggunakan pendekatan experiential activity karena metode ini dirasa sangat lentur dan mampu menghadirkan keunikan jenis kegiatan.


Sebagai contoh, Jemari sudah menyiapkan sebuah aplikasi digital. Sudah dirancang agar jumlah rombongan bisa dipecah-pecah dalam kelompok kecil dan ditempatkan dalam lokasi yang berbeda-beda namun memiliki karakteristik yang sejenis. Misal, sebagian di Ancol, sebagian di TMII dan sebagian lagi di Jungleland Sentul. Anggap saja untuk skenario team building, peserta yang berada ditiga lokasi berbeda tersebut akan dihubungkan dengan sebuah aplikasi digital yang menghadirkan alur tantangan dalam misi team building. Tiap anggota tim dilokasi yang satu dapat memantau pergerakan tim yang berada dilokasi lainnya.Engagement tetap terjadi meskipun berbeda lokasi. Dimalam harinya, sessi malam kebersamaan (seperti biasa) dilakukan melalui cara online (zoom dll) yang akan merefleksikan pengalaman-pengalaman yang muncul di sessi siang hari. Sessi entertainment pun tetap bisa digelar dalam sessi ini.

outing jakarta

Pernah muncul pertanyaan tentang destinasi outing di jakarta. Biasanya lokasinya sudah pernah dikunjungi oleh para employee dan dikhawatirkan terjadi repetisi. Pendekatan eksperiensial dalam escape tour saat memungkinkan konsep outing jakarta mengambil berbagai macam jenis lokasi, tidak terpaku hanya pada destinasi wisata saja. yang terpenting adalah konten yang disisipkan dalam program sehingga lokasi-lokasi yang bukan kategori destinasi wisata tetap bisa menghadirkan keseruan seperti pada umumnya.


Terbayang gak kalau konsep team building diimplementasi di pasar tradisional atau super market modern ? Atau city race menggunakan sepeda dikota-kota mandiri seperti BSD, Summarecon, Pantai Indah Kapuk dan sejenisnya ?


Hadirnya konsep escape tour dirasa cukup memberikan referensi kepada manajemen untuk mengambil keputusan bijak dalam penyelenggaraan employee refrehment program. Walaupun penyelenggarannya terkesan minimalis, dengan rancang program yang pas, hasilnya tetap bisa maksimalis. Yang terpenting, perspektif bahwa adanya kebutuhan employee refreshment program itu terlebih dahulu mesti diletakkan sebagai dasar pemikiran yang membuat seimbang antara kebutuhan dan kekhawatiran. Kebutuhannya tetap ada, gak bisa pura-pura dianggap gak ada.





27 tampilan
Artikel Terkait