Experiential Tourism Akan Digencarkan Di Tanah Air


experiential tourism

Experiential tourism (wisata ekspeiensial) bukan cuma sekedar wisata melihat saja. Platform wisata ini akan segera digencarkan di Indonesia. Istilah experiential tourism bisa jadi masih terdengar asing di telinga. Padahal menurut laporan Global Growth Agent pada tahun 2017, sekitar 60 persen wisatawan global ingin menikmati perjalanan wisata yang lebih menghargai pengalaman ketimbang sekadar datang dan melihat.


Wisatawan ingin perjalanan yang lebih baik di mana terbangun pengalaman secara personal dengan lokasi, budaya, dan orang-orang yang ditemui di destinasi. Wisatawan, menginginkan pengalaman wisata yang lebih baik, personal, dan emosional.


Experiential tourism merupakan produk turunan dari metode experiential learning. Lewat experiential tourism, wisatawan diajak mengalami pengalaman lebih dari sekadar berwisata, namun bisa menghayati pengalaman dari perjalanan wisatanya.


experiential tourism

Adalah AELI. Asosiasi Experiential Learning Indonesia, sebuah asosiasi yang menggawangi metode experiential learning Indonesia dan berisikan para praktisi dan penyedia layanan program berbasis experiential learning termasuk experiential tourism telah mencanangkan akan lebih giat memasyarakatkan experiential tourism di Indonesia.


Dalam Munas ke-6 nya awal Juni lalu di Magelang Jawa Tengah, Telah dilantik Ketua Umum AELI, Bang Jaung yang juga merupakan Managing Director Jemari Organizer. Munas AELI mengamanahkan kepada Ketua Umum terpilih untuk membawa AELI memasyarakatkan platfom experiential tourism di Indonesia.


Tentunya ini merupakan kabar gembira karena Jemari sejak 8 tahun lalu telah meluncurkan dan mengembangkan platform ini dalam produk-produk gathering bagi klien-kliennya. Pendekatan experiential tourism selalu dijadikan pijakan Jemari dalam merancang konsep-konsep gathering. Dan sejauh ini rancangan-rancangan itu sangat diminati oleh pengguna layanannya

1 tampilan
Artikel Terkait