Konsep Capacity Building Di Era New Normal (1)


Pemerintah RI berencana membuka Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada 1 Juni 2020 secara bertahap. Pada fase pertama pembukaan PSBB di 1 Juni 2020, Industri dan jasa dapat beroperasi dengan protokol COVID-19. Hal ini bisa diartikan bahwa organisasi-organisasi bisnis dalam industri dan jasa akan mulai engine restart dan menggerakkan putaran roda organisasinya. Tentu saja sumber daya manusia menjadi elemen penting dalam tahapan engine restart ini.

Pertanyaan dan tantangan yang muncul diawal fase ini adalah seberapa tangguh SDM akan mampu menghidupkan kembali "mesin-mesin" organisasi yang sempat mati suri ini ? Pertanyaan ini coba dimunculkan terlebih dahulu karena :

  • Pola kerja work from home ataupun pengurangan jam kerja membentuk sebuah karakter kerja baru bagi pekerja. Saat pola kerja tatap muka berlangsung normal kembali tentunya membutuhkan character adjusment kembali bagi para pekerja

  • Pola kerja online yang selama ini dilakukan saat work from home berpengaruh besar terhadap team engagement dalam organisasi. Ditambah lagi pengaruhnya pada tegaknya corporate value dalam diri pekerja. Tentunya boosting process akan dibutuhkan dalam mengembalikan itu semua dalam proses engine restart

  • Tiap bidang usaha mau tidak mau akan menghadapi new normal era di bidang usaha masing-masing. Dan sumber daya manusia dalam organisasi bisnis dituntut memiliki kesadaran dan cara pikir yang inline dengan kebutuhan tersebut.


Jadi, sumber daya manusia merupakan pilar penting yang wajib dikelola dalam fase engine restart ini. Refreshment program bermuatan peningkatan kapasitas bisa jadi adalah salah satu hal yang dibutuhkan guna menjawab tantangan kebutuhan di atas. Tentunya dengan metode yang pas dan mudah diterima oleh SDM di organisasi tersebut. Metodenya mesti 'asyik', karena harus diperhatikan pula selama masa work from home atau pola kerja lain di masa pandemi, tidak sedikit muncul kondisi boring dan stress yang dialami oleh para pekerja dalam organisasi bisnis. Sehingga metode refreshment program yang asyik akan memiliki acceptability yang tinggi dikalangan peserta program.


Experiential learning boleh jadi metode yang memenuhi syarat "asyik" tersebut. Eksperiensial akan menjadi proses belajar yang partisipatif dan tidak menggurui. Peserta program terlibat aktif dalam sebuah siklus pengalaman yang terstruktur. Karakter programnya 'bisa diatur' dengan kekentalan warna tertentu, edukasi, rekreasi atau gabungan dari keduanya.


Dalam penerapannya di fase engine restart ini, tentunya tiap program wajib diimplementasi dengan memperhatikan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19. Jumlah pesertanya pasti relatif terbatas, tidak seperti dalam program serupa di masa-masa normal sebelumnya. Pemilihan jenis aktifitas juga wajib memperhatikan faktor physical distancing antar peserta. Pemilihan lokasi program juga harus disaring pada lokasi-lokasi yang relatif aman sesuai protokol yang berlaku.


Kira-kira bagaimanakah warna konsep / program capacity building di era new normal yang mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan di atas ? kita ulas dalam artikel lanjutan berikutnya





35 tampilan

ARTIKEL TERKAIT

 PT Jemari Tiga Sinergi -  Ruko Pesona Madani, Jalan Keadilan kav A-16, Depok 16434.

Phone [62-21] 77889136 | Mobile 082112225630

 member of