Unik ! Konsep Capacity Building Darya Varia


Dimulai dari kegiatan capacity building yang diselenggarakan untuk team commercial-nya, Darya Varia Laboratoria melanjutkan program capacity building khusus untuk seluruh team non commercial-nya. Kegiatan berlangsung pada tanggal 10-11 November 2017 di Taman Bukit Palem Resort, Pancawati, Bogor, Jawa Barat. Program capacity building dengan pendekatan metode experiential learning ini diikuti sekitar 80 orang karyawan/karyawati Darya Varia Laboratoria dari lintas departemen dan lintas struktural.


Objektif program capacity building diletakkan masih memiliki relasi yang kuat dengan capacity building batch sebelumnya yang diikuti oleh team commercial Darya Varia Laboratoria. Bila di batch sebelumnya ditujukan untuk menanamkan agility spirit untuk menembuskan angka penjualan tahunan, maka batch untuk team non commercialnya ditujukan untuk menanamkan agility spirit team non commercial untuk memberikan support maksimal kepada team commercial yang tengah bertekad menembus angka penjualan 104%


Dengan "pokok bahasan" tentang supporting spirit rancangan aktivitas eksperiensialnya diletakkan pada aktivitas memasang yang dipadu dengan skenario team work. Peserta yang dikelompokkan dalam 5 group ini mengemban misi memasak sendiri menu makan siangnya. Tiap kelompok bertugas membuat menu masakan yang berbeda-beda dengan harapan saat seluruh kelompok selesai menunaikan tugasnya, maka akan tersaji menu makan siang bersama yang komplit saat seluruh hasil masakan digabungkan dalam satu sajian.


Karena memang program ini ditujukan untuk capacity building maka tiap peserta harus merasakan dan terlibat seluruhnya dalam skenario misi memasak ini. Kejelian program designer benar-benar dibutuhkan dalam merancang rule of the game supaya tidak ada peserta yang 'menganggur' dan tidak terlibat maksimal dalam proses penyelesaian misi. Kenapa demikian ? karena bila ada yang tidak terlibat, maka yang bersangkutan akan kesulitan memperoleh experience value yang akan dijahit dengan muatan capacity building yang telah ditentukan.


Skenarionya dibuat sedemikian real karena hasil kerja seluruh kelompok akan benar-benar menjadi santapan yang akan dinikmati bersama sebagai menu makan siang. Dengan kata lain, andai saja ada satu kelompok yang gagal menunaikan tugasnya, tentunya menu makan siang seluruh peserta menjadi tidak komplit dan tidak sesuai rencana. Hal ini berarti pula, kuantitas tiap masakan akan sesuai juga dengan jumlah peserta yang ikut dalam program capacity building ini. Dengan demikian, melihat jumlah makanan yang harus dihasilkan sama dengan jumlah peserta, berarti sama halnya dengan tiap peserta bertanggung jawab memasak makan siangnya masing-masing. Dengan aturan main seperti ini, tiap peserta capacity building terpacu bergerak semua dan bergerak bersama untuk menuntaskan tugas kelompoknya.


Keberhasilan misi memasak dari tiap kelompok dalam program capacity building ini akan terlihat saat semua kelompok melebur dalam tahap akhir program dimana seluruh peserta capacity building akan menata hasil masakan seluruh kelompok dalam sajian makan siang liwetan. Dramatisasi yang dibuat oleh programmer dengan memberikan time limit dalam proses memasak, terlihat mulai memuncak saat proses peleburan yang berupa penyajian bersama-sama ini mulai dilakukan.


Debriefing singkat dilakukan setelah seluruh masakan telah tersaji rapi. Bahasan experience value yang muncul dilakukan secara bersama-sama sebelum acara santap siang bersama ala liwetan ini dilakukan. Dan berikutnya, serbuuuuuu ....




122 tampilan

ARTIKEL TERKAIT

 PT Jemari Tiga Sinergi -  Ruko Pesona Madani, Jalan Keadilan kav A-16, Depok 16434.

Phone [62-21] 77889136 | Mobile 082112225630

 member of