Pelatihan Dan Pengembangan SDM Astra Honda Motor Menggunakan Metode Experiential Learning

Pelatihan dan pengembangan SDM dalam manajemen sumber daya manusia menjadi satu pilar penting yang harus hadir dalam usaha peningkatan kapasitas dan kapabilitas sdm dalam sebuah lembaga. Kenapa demikian ? SDM adalah ujung tombak terdepan bagi sebuah organisasi untuk meraih target, visi dan misi organisasi. Kualitas SDM yang memadai akan menentukan seberapa laju organisasi / perusahaan mencapai hasil yang diinginkan. Namun sebaliknya, kualitas SDM yang tidak memadai pasti akan menghambat progress pencapaian target organisasi / perusahaan. 

 

Dalam manajemen sumber daya manusia banyak cara yang dapat ditempuh untuk mendapatkan kualitas yang memadai dari 'pasukan' yang ada dalam organisasi tersebut. Salah satunya adalah dengan sebuah program pelatihan dan pengembangan sdm yang efektif, komprehensif dan terintegrasi. Tinggal sekarang metode apa yang akan digunakan untuk menyampaikan muatan dan pesan sebuah program pelatihan supaya benar-benar "membenam" dalam diri setiap peserta pelatihan. Jemari Tiga Sinergi sebagai penyedia layanan jasa event organizer jakarta yang juga memiliki layanan corporate training organizing, lebih sering menggunakan metode experiential learning atau proses pembelajaran dari pengalaman dalam program-program pelatihan dan pengembangan SDM yang dipercayakan kepadanya. Metode ini dirasa cukup efektif untuk men-deliver muatan program pelatihan dan pengembangan SDM karena peserta latih belajar dengan cara melakukan.

 

Tell Me and I Forget

Teach Me and I Remember

Involve Me and I Learn

 

- Benjamin Franklin -

 

Experiential learning merupakan  proses belajar, proses perubahan menggunakan pengalaman sebagai media belajar dan pembelajaran. Metode ini  dilakukan melalui refleksi dan pembuatan makna dari pengalaman langsung. Fokus experiential learning terletak  pada proses pembelajaran untuk masing-masing individu (David A. Kolb 1984). pendekatannya dipusatkan pada siswa yang dimulai dengan landasan pemikiran bahwa orang-orang belajar terbaik itu dari pengalaman. Pengalaman belajar yang akan benar-benar efektif, harus menggunakan seluruh roda belajar, dari pengaturan tujuan, melakukan observasi dan eksperimen, memeriksa ulang, dan perencanaan tindakan. Jika proses ini telah dilalui, peserta latih akan belajar keterampilan baru, sikap baru dan bahkan cara berpikir baru. 

 

 

Concrete Experience

Reflective Observation

Abstract Conceptualisation

Active Experimentation

 

[ David Kolb's Learning Cycle ]

 

 

Kebutuhan pelatihan dan pengembangan SDM menggunakan metode experiential learning dirasa semakin meningkat setahun belakangan ini. Banyak organisasi / perusahaan mulai melirik metode ini sebagai cara men-deliver muatan program pelatihan dan pengembangan SDM nya. Kenapa demikian ? Metode ini dirasa efektif karena benar-benar mampu mengakomodasi kebutuhan gaya belajar orang dewasa yang cenderung 'lebih masuk' dengan model pelatihan bergaya kinestetik. Sejauh muatan pelatihan berisikan pengembangan SDM dari aspek soft skill dan behaviour, experiential learning mampu menjawab kebutuhan pelatihan dan pengembangan SDM dengan goals apapun. Begitu dinamisnya metode ini.

 

Kondisi ini juga mulai disadari oleh Astra Honda Motor, sebuah perusahaan manufaktur raksasa yang ada di Indonesia. Belum lama ini dalam rangka manajemen sumber daya manusia dilingkungan Astra Honda Motor, digelar program pelatihan dan pengembangan SDM di level supervisor dengan menggunakan pendekatan metode experiential learning

 

 

Manajemen sumber daya manusia di Astra Honda Motor menganalisa dibutuhkannya sebuah transformasi dan peningkatan mindset dan attitude di tingkat jabatan supervisor untuk mengimplementasikan corporate value yang berisikan nilai-nilai Drive, Courage dan Integrity. Karena experiential learning itu adalah metode yang dinamis dan asyik, skenario pelatihan sangat terbuka lebar untuk dikreasikan menjadi alur pelatihan yang 'mengasyikkan'. Untuk men-delivery value Drive, Courage dan Integrity dirancanglah skenario yang terinpirasi dari kondisi survival dalam film layar lebar CAST AWAY yang diperankan oleh Tom Hanks.

 

30 orang peserta latih dianalogikan mengalami kondisi yang sama seperti yang dialami Tom Hanks dalam film Cast Away tersebut. Mereka masuk dalam kondisi survival dan harus mampu keluar mempertahan hidup dari kondisi yang serba terbatas itu. Permasalahan demi permasalahan yang disampaikan melalui cuplikan-cuplikan film tersebut. Setiap permasalahan harus dilalui dengan mengedepankan nilai-nilai Drive, Courage & Integrity yang menjadi pesan kunci dalam pelatihan dan pengembangan SDM ini. 

 

Program pelatihan dan pengembangan SDM level supervisor ini diselenggarakan dalam dua batch. Keduanya diselenggarakan dengan mengambil lokasi hutan mangrove pantai indah kapuk Jakarta sebagai lokasi pelatihannya. Training dengan "casual style" berdurasi dua hari ini diimplementasi dengan mengkombinasikan outdoor dan indoor sebagai learning areanya. Program dibawakan secara kolaborasi antara MS Co Learning Center, sebagai training consultant AHM dan Jemari Tiga Sinergi, Experiential Learning Specialist yang telah mengantongi National License & Certificate untuk penyusunan program-program experiential learning serta implementasinya di lapangan.

 

 

 

Please reload

ARTIKEL TERKAIT

Please reload

 PT Jemari Tiga Sinergi -  Ruko Pesona Madani, Jalan Keadilan kav A-16, Depok 16434.

Phone [62-21] 77889136 | Mobile 082112225630

 member of